Thursday, April 19, 2012



oleh: Eric Walberg


Dalam beberapa bulan terakhir ini telah terjadi demonstrasi dan kerusuhan sebagai akibat kekurangan dan kenaikan harga bahan makanan yang melanda di lebih 20 negara. Pada tanggal 20 April 2008, Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick mengatakan dalam sebuah pertemuan di Washington bahwa telah terjadi kenaikan harga yang meroket di 33 negara yang dapat mengakibatkan menyebar luasnya keresahan sosial. Program Makanan Dunia, PBB (UN WFP) menyebutnya krisis tersebut sebagai Tsunami sunyi - silent Tsunami, dengan harga gandum yang meningkat dua kali lipat dari tahun lalu, dan cadangan jatuh kedalam tingkat terendah yang membahayakan setelah Perang Dunia II yang lalu.
Satu milyar orang hidup dengan kurang dari US$ 1 seharinya. Sejumlah kurang lebih 850 juta orang lainnya kelaparan. Sementara itu, produksi makanan dunia meningkat hanya 1% pada tahun 2006, dan dengan meningkatnya jumlah produksi bahan makanan tadi kepada produksi biofuel, konsumsi per capita menurun. Yang paling umum alasan yang dikemukakan adalah termasuk meningkatnya harga minyak, pemanasan global, keadaan kesuburan tanah yang semakin memburuk, serta semakin meningkatnya permintaan dari Cina dan India. Semuanya itu hanyalah sebuah masalah yang tidak menguntungkan dan perencanaan yang miskin?
Terlalu banyak pola dan elemen yang semuanya dikaitkan kedalam arah yang sama. Setiap orang yang mengikuti pemberitaan akan mendengar mengenai the Council on Foreign Relations (CFR) yang pertemuan pertamanya berlangsung pada tahun 1921 dan kelompok yang mewakili the inner circle - lingkaran dalam di dalam lingkaran dalam - the Bilderberg Club, yang melakukan pertemuan pertamanya pada tahun 1954.
The Bilderberg, sebuah organisasi yang bersifat sangat rahasia berkumpul bersama pimpinan politik dan pebisnis dunia yang dipilih untuk kepentingan mereka, diekspos menjadi pusat perhatian media dalam tahun 1990-an dan sejak saat itu memikul meningkatnya kritikan, seperti a.l. peran yang tidak demokratis dalam membentuk pimpinan politik yang hanya berpikir dan bertindak sesuai dengan kepentingan dunia bisnis elit saja.
Amerika Serikat tidak pernah merasa malu berlagak terhadap pendapat dunia. Sebuah kasus yang jelas "nay-tidak' terhadap keputusan-keputusan Majelis Umum PBB dan resolusi konferensi yang telah dideklarasikan bahwa "pemeliharaan kesehatan dan makanan bergizi yang layak adalah hak azasi manusia". Resolusi disetujui dengan pengambilan suara 135 lawan 1 pada tahun 1981 di bawah Presiden Ronald Reagan, dan dalam Food Summit yang disponsori PBB dengan selisih serupa pada tahun 1996 di bawah Presiden Bill Clinton, serta dalam tahun 2002 di bawah Presiden Bush, mengenyampingkan setiap "hak atas makanan".
Apakah Republik atau Demokrat, sebagai pengganti Washington mendukung perdagangan bebas yang merupakan kunci untuk mengakhiri kemiskinan, membantah perdagangan bebas sebagai akar daripada kelaparan, dan berdalih takut terhadap pengakuan hak atas makanan yang dapat mengarah kepada tuntutan hukum dari negara miskin yang meminta bantuan dan syarat-syarat perdagangan khusus. Dan ini hanya merupakan jalan keluar oleh sebuah lembaga lemah tanpa kekuasaan yang dalam beberapa kasus pada hakekatnya merendahkan Amerika Serikat.

Kita dapat melihat saat sekarang ini bagaimana lembaga kemanusiaan internasional memanfaatkan kelaparan dari Gazans yang tidak berdosa sebagai sebuah alat politik untuk kepentingan status quo. Sebaliknya meskipun protes keras, nyatanya hanya terdapat sedikit kemauan internasional yang menentang sebuah masa depan, walaupun jutaan manusia mati karena kelaparan, sementara itu dunia elit mengkonsolidasikan kekuatannya.
Mari kita kembali kepada pokok persoalannya yaitu krisis makanan dunia, adalah sulit untuk tidak berlangganan kepada beberapa versi teori konspirasi - bagaimanapun juga - untuk beberapa alasan, mereka juga ramai menyebar luaskan mengenai kelaparan dunia, yang sebenarnya merupakan sebuah rencana yang dirancang oleh persekongkolan dunia yang bertujuan untuk secara drastis mengurangi jumlah penduduk dunia, mempercepat kehancuran pemerintahan-pemerintahan nasional, mengizinkan perushaan-perusahaan raksasa dunia yang secara efektif mengambil tempat mereka, mengontrol sejumlah besar tanah, perusahaan-perusahaan ini membimbing kearah sebuah pemerintahan dunia. Terutama sekali Amerika Serikat, yang begitu jelas dalam asumsinya, bahwa meskipun merajalelanya kelaparan terdapat dalam daftarnya, namun tidak mau bertanggungjawab. Lupakan mengenai Pemanasan Global (yang tentu saja sangat nyata merugikan produksi makanan). Berikut ini beberapa tanda bahaya lagi:.
Pertama, Bank Dunia (WB) dan Dana Moneter Internasional (IMF), didirikan sebahagian besarnya oleh Amerika Serikat setelah berakhirnya Perang Dunia II, adalah tidak baik menolak untuk menambah bantuan kepada negara-negara miskin, terkecuali menyetujui kepada Structural Adjustment Programmes yang meminta negara-negara penerima bantuan untuk mendevaluasi mata uangnya, memotong pajak, privatisasi BUMN dan mengurangi atau mencabut program subsidi untuk petani. Hasilnya adalah sebuah negara yang lemah, memiskinkan petani lokal dan meningkatkan dominasi ekonomi oleh perusahaan atau korporasi-korporasi internasional. Termasuk juga tekanan yang terus menerus terhadap negara-negara miskin untuk menurunkan tarif, mencegah pembangunan potensi industri mereka, seringkali membuat miskin para petani yang tidak bisa bersaing dengan produksi pertanian yang disubsidi secara besar-besaran dari negara-negara kaya.
Kedua, subsidi negara kaya, di Kanada, misalnya, mengiizinkan pemerintah federal membayar petani sebesar $225 untuk setiap ekor babi yang dijagal dalam rumah potong babi, sebagai salah satu bagian dari rencana untuk mengurangi produksi babi. Beberapa babi yang disembelih diberikan kepada tempat-tempat penyimpanan makanan lokal, tapi sebagian besar akan dimusnahkan atau dijadikan makanan binatang peliharaan, tidak akan ada yang diberikan, misalnya ke negara Haiti.
Ketiga, program biofuel saat ini telah menyedot sejumlah besar biji-bijian dan tanaman palawija lainnya untuk diproduksi menjadi bahan bakar dunia untuk si kaya, untuk menjalankan mobil kedua atau ketiganya, sementara milyaran orang terancam kelaparan. Tambahan lagi dalam produk rekayasa genetik, yang dewasa ini dipaksakan ke negara-negara miskin (dan tidak hanya) oleh multinational-multinasional raksasa, juga dilindungi oleh undang-undang hak cipta., yang secara efektif memperbudak para petani dengan langgeng, tidak perlu disebutkan, namun nampaknya mereka menanggung akibat yang menakutkan, yaitu kehilangan berbagai jenis tanaman palawija.
Terakhir tapi bukan tidak penting, peperangan baru-baru ini yang disponsori oleh Amerika Serikat di Timur Tengah, yang berakibat membumbungnya harga minyak, adalah semata-mata mempercepat masuk ke dalam jurang yang dalam, sebagaimana NATO yang diperbantukan, terus melakukan perluasan diluar batas-batas tanggungjawabnya dan masuk ke Asia, terus mengancam negara-negara yang tidak patuh dengan menghilangkan kedaulatannya, subversi dan menyerbu secara terbuka.
Pada umumnya dunia mempercayai bahwa kejadian 11 September 2001 bukan merupakan kerja ahli terlatih pemuda Saudi, tetapi telah dengan sengaja dilakukan melalui operasi rahasia oleh ahli-ahli orang Amerika/Isarel sebagai bagian dari sebuah rencana besar untuk memperkuat hegemoni Amerika Serikat di dunia. Bilamana benar-benar kasusnya seperti itu, kemudian, krisis makanan dunia dewasa ini juga menjadi sangat masuk akal - tahap tiga, setelah 11 September 2001 dan peperangan di Timur Tengah.
Tetapi Anda jangan lantas percaya kepada konspirasi “Made it Happen On Purpose” (MHOP), baik untuk 11 September 2001 atau pun krisis makanan. Sebagaimana seorang analis politik William Blum, yang ungkapannya terkenal dikutip oleh Osama bin Laden dalam salah satu video lucunya, mengatakan, "kita bicara atas nama manusia yang membuat keputusan merdasarkan tidak atas nama kebutuhan rakyat, tetapi atas dasar pseudo-scientific, mekanisme a-moral seperti supply and demand, pertukaran komoditi, grain futures, selling short, selling long, dan bentuk lain dari spekulasi, semuanya dimakan dan dilipatgandakan oleh mereka yang terkenal dengan mentalitas gembalanya - sebuah sistem yang diatur oleh hanya berdasarkan dua hal, takut dan serakah; bukan sebuah cara yang rasional untuk memberi makan umat manusia di dunia ini"
Blum berlangganan “Let it Happen On Purpose” (LHOP) yang menjelaskan mengenai 11 September 2001, bahwa konspirasi yang mana saja ada, eksis, lepas dan tidak terorganisir, sebuah dosis besar yang tidak kompeten campur dengan pembenaran amarah dengan tekanan, menghasilkan ramuan yang mudah meledak, tetapi hal itu masih mungkin bahwa para pemimpin akan sadar dan menyampaikan persoalan yang masuk akal. Hal ini lebih banyak menghibur pendapat dunia, tetapi seseorang yang nampak kurus dan tambah kurus seperti kumpulan dorongan angin puyuh.
Sementara Blum menghentikan spekulasinya mengenai krisis pangan sebagai sebuah konspirasi, ternyata hubungan dengan pergolakan dunia dewasa ini, berawal dari 11 September 2001 yang menjadi totntonan semua orang, dan sedikit demi sedikit nampaknya memisahkan antara MHOP dari LHOP sebagaimana waktu terus berlalu.
Semenjak berlangsungnya imperialisme tiga abad lalu, faktanya memang sudah pernah terjadi krisis bahan makanan. Mungkin kelaparan paling luas dalam sejarah adalah yang dipimpin Inggris di India dalam abad ke-18-20. Krisis serupa memang terjadi lagi, hanya saja mengalami perubahan dalam bentuk semata karena berlalunya waktu, sama halnya seperti gerakan "satu dunia" diluncurkan juga oleh imperialisme. Kembali ke masa lalu, ternyata sangat jelas: pembakaran, perkosaan, perampasan, memperbudak, menciptakan monopoli perdagangan dan produksi (perkebunan), membicarakan tentang "darkest Africa". Sedangkan dewasa ini adalah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Bank Dunia (WB), Dana Moneter Internasional (IMF), bantuan darurat, privatisasi, palawija GM (Genetic Manufacturing), dan boleh jadi, termasuk "Krisis Makanan".
Presiden Venezuela, Hugo Chavez mungkin mengatakan yang terbaik "Itu (krisis makanan) adalah sebuah pembunuhan besar-besaran terhadap dunia miskin". Masalahnya bukan produksi makanan, tapi model ekonomi, sosial dan politik dunia. Model Kapitalis sedang dalam krisis"
Kemudian apa yang benar-benar sedang terjadi?
Pertama-tama, mari kesampingkan ide bahwa kita melihat bekerjanya “impersonal market forces - kekuatan pasar bukan perorangan”. Permintaan dan penawaran - Supply and demand bukanlah sebuah hukum, ia adalah kebijakan. Kedua, marilah kita tanya penyidik mana yang kompeten akan mengambil sikap ketika memulai tugasnya menjejaki kemungkinan sebuah kejahatan: "Siapa yang beruntung?". Sesungguhnya bahkan kita dapat menjelaskan kejahatan seperti genosida jika menyangsikan, kejadian-kejadiannya dapat dihindari atau direncanakan. Mereka yang diuntungkan jelas sekali adalah mereka yang membiayai operasi pertanian, mereka yang memungut harga monopoli untuk komoditi yang diminta, berbagai macam perantara yang membawa produksi ke pasar, dan para pemilik tanah serta aset lainnya yang digunakan dalam memproduksi/perputaran konsumsi.
Dengan kata lain, adalah elit finansial dunia yang telah memperoleh kontrol terhadap kebutuhan dasar kehidupan, dipandu dengan sebuah strategi jangka panjang dengan finansial internasional untuk menyengsarakan banyak penduduk di dunia dalam rangka menguasai tanahnya dan mengendalikan sumber-sumber alamnya.
Dalam Superclass: The Global Power Elite and the World They Are Making (2008), David Rothkopf, yang baru-baru ini di Carnegie Endowment for International Peace, mantan wakil Menteri Muda Perniagaan dan Perdagangan Internasional di bawah Clinton dan direktur pelaksana Kissinger and Associates, dengan kasarnya membeberkan ringkasan keadaan sebenarnya. Ia seorang yang dengan jelas harus mengetahuinya, sebagai insider ia melengkapinya bahwa Global elit sekarang mengatur dunia dan merebut kekuasaan pemerintahan nasional, sambil memastikan peraturan-peraturan yang menjadi kendala perbatasan nanti semuanya akan tidak berlaku lagi.
"Setiap orang dari mereka adalah satu diantara sejuta orang. Jumlah mereka enam ribu orang di dunia ini dari jumlah enam milyar orang. Mereka menjalankan pemerintahan kita, perusahaan-perusahaan paling besar kita, kelompok keuangan internasional, media, agama-agama dunia, dan dari belakang layar mereka menjalankan kejahatan paling berbahaya di dunia termasuk organisasi - organisasi teroris. Mereka adalah global superkelas, dan merekalah yang membuat sejarah kita dewasa ini,"
Elit ini "melihat pemerintahan-pemerintahan nasional sebagai sisa dari masa lalu yang fungsinya hanya bermanfaat sekedar untuk memberikan fasilitas operasi kepada global elit . Koneksi-koneksi mereka terhadap sesamanya lebih penting daripada hubungannya dengan negara dan pemerintahnya."
Tetapi mengapa orang dalam mengungkapkannya kepada kita?, si rakyat jelata, sebaiknya Anda tanyakan hal itu. Untuk satu hal, pembeberan pelaku konspirasi di media - ya juga di internet dan satelit komunikasi, kedua-duanya berjalan - berarti bahwa ada penekan yang diperlukan untuk pembenaran PR, menunjukkan kepada kita bahwa yang mana saja konspirasi itu, adalah menguntungkan, untuk kebaikan kita sendiri, perlu, jika Anda mau. Hanya ini penjelasan untuk keterus terangan insider yang mengagetkan sebagaimana ditetapkan Superkelas.
Yang kedua, nampaknya waktu sudah matang untuk melagkah ke depan dalam rencana ini untuk secara drastis mengurangi jumlah penduduk dunia, dan meningkatkan kontrol atas bumi dan tanah serta sumber-sumbernya untuk keabadian elit dunia.. Sebuah Pemerintahan Dunia, super imperialisme, sebut saja apa yang Anda mau.
Ekspansi kekaisaran militer Amerika Serikat di luar negeri, Kuda Troya Konspirasi, datang dengan pembentukan sebuah sistem totaliter dengan pengawasan di dalam dan luar negeri, ditempatkannya sebagai bagian dari "Perang Terhadap Teror", Menanamkan microchip ke dalam tubuh manusia untuk tujuan pelacakan sudah mulai digunakan. Industri Kompleks Militer telah menjadi industri terbesar dan paling berhasil, bertujuan untuk menghancurkan "musuh" dalam dan luar negeri. Serpihan-serpihannya sekarang sudah di tempatnya untuk mendominasi dunia.
Abad ke-20 - yang mana saja konspirasi itu, benar-benar hanya dapat dijelaskankannya dengan dimulai dari Perang Besar sampai - mengakhiri - semua - perang - pasti merupakan abad Amerika Serikat, artinya , mereka dapat memaksakan ideologi pasarnya, konsumerisme dan individualisme, bahkan sejauh Komunis Rusia dan Cina, dan oleh karena itu mereka yang memastikan bahwa global elit menjalankan gerakannya akan berlangganan dalam beberapa bentuk untuk mengetahui agendanya - jika benar-benar hanya ada sebuah konspirasi.
Namun, para aktor dalam konspirasi - apakah LHOP atau MHOP, yang Saya yakini, bahwa keadaan tragis dunia tidak terjadi secara kebetulan - tidak stabil. Telah terjadi pergeseran kekuasaan yang menarik perhatian dari koalisi Amerika-Eropa yang mendominasi dunia dalam abad ke-20. Ironinya dengan jatuhnya Uni Soyet, supremasi penguasaan Barat hanya dalam waktu yang sangat singkat. Bangkitnya Cina dan Asia serta bangkitnya kembali Rusia, sementara sekarang terintegrasikan kepada sistem perekonomian paska Perang Dunia II, tidak akan diragukan lagi bahwa abad ke-21 mewarisi nilai-nilai imperialisme tiga abad yang lalu.
Situasi ini merupakan fakta yang salah dari resep Kant untuk perdamaian dunia: 'negara-negara harus bersedia menyerahkan kedaulatannya dalam rangka mencegah perang'. Usul idealnya kelabakan di atas tidak bersedianya negara-negara menyerahkan otonomi yang berharga kepada sebuah badan dunia, sebagaimana pengalaman Liga Bangsa-bangsa dan PBB telah memperlihatkannya kepada kita.
Namun, ketika Amerika Serikat berhasil menimbun kekuatan ekonomi yang melimpah di dunia dan memecah Uni Sovyet, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan NATO seperti sebuah badan dunia, berhasil mengupayakan negara-negara untuk bergabung, yang akibatnya mereka menyerahkan kontrol efektif atas masalah-masalah luar negeri kepada Amerika Serikat. Rencananya juga untuk Rusia dibujuk untuk masuk kedalam NATO,hasilnya berbalik, menabrak sebuah rintangan.
Bagaimana mengenai bantuan luar negeri?. Ya, Bush baru saja mengusulkan tambahan anggaran belanja sebesar US$ 770 juta, menjadikan anggaran belanja tahun depan untuk bantuan makanan mencapai US$ 2.6 milyar. Namun karena ini merupakan bantuan yang mengikat, negara-negara penerima bantuan dipaksa untuk mengimpor produksi Amerika Serikat yang disubsidi, jumlahnya kurang dari setengah sebenarnya sampai kepada petani miskin, namun dikombinasikan dengan kebijakan penyesuaian struktural dari WB/IMF, bantuan tersebut benar-benar menambah menumpuknya persoalan ketimbang menyediakan jalan keluar yang nyata untuk jangka panjang yang lebih baik.
Bagi mereka yang skeptis mengenai kemungkinan dari beberapa bentuk LHOP/MHOP, perlu dipertimbangkan hal-hal berikut ini: 6.000 orang pimpinan elit pebisnis mengendalikan nasib dunia, tentu saja mereka walaupun sekelompok kecil, namun dengan kekuatan dan kekayaan yang melimpah ruah dapat menyelesaikan masalah krisis makanan dalam sekejap saja. Belanja persenjataan yang besar-besaran dan kehancuran yang liar sebagai akibat yang mereka lakukan, terjadi hanya dalam hitungan setiap detik saja, tentunya dapat dihentikan, jika mau, kemudian meniatkan keinginannya, termasuk sumber-sumber untuk membangun kembali dunia dalam mengakhiri kelaparan, kemiskinan dan menunda banyak bagian untuk elit yang sudah bergelimang. Sayangnya tidak ada kekuatan terorganisir yang berkepentingan dalam menentang elit dunia ini. Bagaimana menghentikannya?.. Allahu 'Alam.
Categories:

0 comments:

Post a Comment